Sabtu, 17 Juli 2021

SIAPA SANGKA MASJID INI LEBIH TUA DARI MASJID DEMAK


Masjid Saka Tunggal di Banyumas dan Masjid Agung Demak peninggalan Walisongo dan Sunan Kalijaga, selama ini kedua masjid tersebut dipercaya sebagai masjid tertua di Jawa Tengah.

Masjid Saka Tunggal dibangun pada tahun 1288 adalah peninggalan Kyai Mustolih. Sesuai dengan namanya masjid tertua ini memiliki 1 tiang utama atau saka tunggal. Berbeda dengan Masjid Demak dan masjid tertua lainnya, yang memakai 4 tiang utama.

Namun, dalam segmen ini Islam Historia akan mengungkap sebuah masjid tertua di Kota Semarang, yang  diyakini dibangun beberapa tahun sebelum Masjid Demak.

Mall Paragon adalah mall terbesar dan termegah di Kota Semarang, terletak di Jalan Pemuda, mall ini tampak megah berdiri di tengah pusat Kota Semarang. Terdapat gang sempit yang sering dipakai untuk lahan parkir sepeda motor para pengunjung Mall Paragon, gang tersebut adalah Jalan Sekayu.

Sesuai dengan namanya, gang tersebut adalah salah satu akses menuju Kampung Sekayu dari arah Jalan Pemuda. Kampung yang padat penduduk ini, tidak tampak lagi sebagai kampung kuno. Padahal kampung ini telah ada sejak zaman VOC.

Ada sebuah masjid di tengah Kampung Sekayu yang bernama Masjid Taqwa Sekayu. Menurut sejarahnya, daerah tersebut pada tahun 1400 an adalah tempat menampung kayu jati yang berasal dari Batang, Wonogiri, Purwodadi, dan sekitarnya sebelum kayu kayu tersebut dikirim ke berbagai daerah melalui pelabuhan Semarang, sehingga daerah tersebut dinamakan Pekayuan.

Begitu pula dengan Masjid Taqwa Sekayu yang pernah menjadi Masjid Besar Semarang ini, dahulu bernama Masjid Pekayuan. Masjid ini didirikan oleh Kyai Kamal, seorang ulama penyebar agama Islam di Indonesia murid dari Sunan Gunungjati yang berasal dari Cirebon. Saat itu Kyai Kamal sedang mengemban tugas dari Sunan Gunungjati untuk membantu syiar Islam di daerah tersebut, sekaligus membantu Walisongo dan Sunan Kalijaga mendirikan Masjid Demak.

Kyai Kamal kemudian tinggal di Pekayuan, dan untuk kegiatan ibadah dan syiar Islam pada tahun 1413 Kyai Kamal mendirikan sebuah bangunan masjid dengan tiang dari bambu, atap rumbia, dan lantai masih dari tanah. Sementara Masjid Demak baru didirikan 7 tahun setelah Masjid Sekayu ini, yaitu pada tahun 1420. 

Seperti pada bangunan masjid lain pada umumnya, Masjid Sekayu memiliki 4 saka atau 4 tiang utama. 4  tiang utama ini yang hingga saat ini masih dipertahankan keasliannya selain menara masjid. Sementara untuk atap, tembok, lantai, dan bangunan tambahan lainnya adalah hasil renovasi pada tahun 1955. Mustaka masjid seperti khas masjid Jawa Tengah yang memiliki mustaka atau atap tumpang tiga. 

Dalam sejarah Kota Semarang masa lampau, pernah terjadi perpindahan pusat kabupaten selama 3 kali. Dari Bubakan ke Gabahan, dari Gabahan ke Sekayu, dan dari Sekayu ke Kanjengan. Pada saat perpindahan Kabupaten dari Gabahan ke Sekayu yang terjadi pada tahun 1666, Masjid Sekayu ini menjadi Masjid Besar Kota Semarang. Namun tidak berlangsung lama, ketika terjadi pergantian trah Bupati pusat Kabupaten berpindah lagi ke Kanjengan. Saat pusat pemerintahan berpindah ke Kanjengan ini, Masjid Kauman menjadi Masjid Besar Kota Semarang.

Karena akses jalan menuju Masjid Sekayu cukup sempit, untuk menuju sampai ke lokasi masjid hanya dapat ditempuh menggunakan kendaraan bermotor melalui Jalan Sekayu. Dengan menyusuri jalan sempit sepanjang kurang lebih 500 meter akan sampai ke tempat tujuan. Terdapat papan penunjuk jalan di setiap persimpangan jalan, sehingga tidak terlalu sulit menjangkau tempat tersebut. Namun saat sampai di lokasi Masjid Sekayu, kita tidak akan menyangka bahwa masjid tersebut adalah masjid tertua di Jawa. Wujud tampak luar bangunan yang sudah melalui beberapa kali renovasi, telah menghilangkan wujud asli bangunan. 

Masjid Sekayu, masjid tertua yang terlupakan, merupakan saksi bisu perjalanan sejarah Kota Semarang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar