Sabtu, 17 Oktober 2020

Masjid Mantingan Bukti Cinta Ratu Kalinyamat Pada Pangeran Hadlirin

Mantingan sebuah desa di sebelah barat daya kota Jepara, di bawah administrasi kecamatan tahunan, kabupaten jepara. Bagi umat muslim mendengar desa Mantingan, yang pertama akan terlintas adalah keberadaan Masjid Mantingan dan  sejarah kerajaan Mantingan.

Sahabat muslim, sebelum kita membahas tentang Masjid Astana Mantingan, Islam Historia akan mengupas terlebih dahulu tentang sejarah Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat.

Sultan Hadlirin atau Sunan Mantingan memiliki nama asli Pangeran Toyib, dilahirkan di Aceh putra dari Sultan Mughayat Syah yang memerintah Kasultanan Aceh dari kurun waktu tahun 1514 sampai dengan tahun 1528. Pada masa mudanya Pangeran Toyib berkelana untuk mencari ilmu sampai ke negeri china.  Di sana diangkat anak oleh Tjie Hwio Gwan, dan diberi nama Tjie Bin Thang. Bersama dengan ayah angkatnya beliau kemudian berangkat ke Jawa untuk berdagang, namun na'asnya sebelum sampai ke tujuan, kapal beliau karam dan terdampar di sebuah tempat di pesisir utara pantai Jawa, di daerah Jepara. Tjie Bin Tang menetap di Jepara, oleh masyarakat setempat dipanggil Win Tang, karena susah menyebut nama Tjie Bin Thang. 

Selama kehidupan barunya di Jepara,  Win Tang bersama ayah angkatnya  sempat  berguru pada Sunan Kudus, dan meneruskan syiar Islam di daerah Jepara hingga kemudian nama beliau dikenal sampai Kasultanan Demak yang saat itu dipimpin oleh Sultan Trenggono yang memerintah dari tahun 1521 sampai tahun 1546. 

Pada tahun 1536 Win Tang menikah dengan putri Sultan Trenggono yang bernama  Retno Kencono atau Ratu Kalinyamat, yang telah memimpin  Kerajaan Kalinyamat sejak tahun 1527. Saat itu Kerajaan Kalinyamat adalah Kadipaten di bawah pemerintahan Kasultanan Demak. Mulai tahun 1536 bersama dengan Ratu Kalinyamat Win Tang kemudian memerintah  Kerajaan Kalinyamat bergelar Sultan Hadlirin.  Pada saat masa pemerintahan beliau inilah seni ukir Jepara mulai berkembang, ayah angkat beliau diberi jabatan Patih yang bergelar Sungging Badar Duwung. Patih Sungging inilah yang mengajarkan seni ukir Jepara kepada masyarakat setempat. 

Pada tahun 1549, Sunan Prawoto sebagai penerus tahta Sultan Trenggono, meninggal setelah dibunuh oleh orang suruhan Arya Penangsang yang menuntut balas atas kematian ayahnya oleh Sunan Prawoto dalam perebutan tahta Kasultanan Demak. Ratu Kalinyamat adalah adik dari Sunan Prawoto, mengetahui bahwa peristiwa tersebut didukung oleh Sunan Kudus bersama  Pangeran Hadlirin Ratu Kalinyamat datang ke Kudus untuk meminta penjelasan dari Sunan Kudus, dalam perjalanan pulang menuju Jepara, mereka dihadang oleh pasukan Arya Penangsang, terjadilah pertempuran yang mengakibatkan kematian Sultan Hadlirin.  Sultan Hadlirin atau Sunan Mantingan dimakamkan di Astana Mantingan.

Sepeninggal Pangeran Hadlirin, mulai tahun 1549 Kerajaan Kalinyamat kemudian dipimpin sendiri oleh Ratu Kalinyamat. Dan masa itu pula Kasultanan Demak berakhir, sehingga Kalinyamat berdiri sendiri menjadi Kerajaan dengan wilayah kekuasaan mulai dari Jepara, Tayu, Pati, Kudus, sampai Rembang. Pada masa kepemimpinan Ratu Kalinyamat ini perkembangan di bidang Sosial, Politik, dan Militer sangat pesat. Kerjasama perdagangan dan militer dengan kerajaan-kerajaan islam melayu sangat erat, termasuk dalam perjuangan mengusir penjajah Portugis. Oleh sebab itu di kalangan penjajah Portugis, Ratu Kalinyamat ini dikenal sebagai raja wanita yang pemberani dan pantang menyerahah. Ratu Kalinyamat meninggal pada tahun 1579 dimakamkam bersebelahan dengan makam Pangeran Hadlirin suami beliau, di komplek pemakaman Astana Mantingan, kepemimpinan Kerajaan Kalinyamat diteruskan oleh Pangeran Arya Jepara sampai tahun 1599.

Saat ini bukti dari syiar dan perkembangan Islam di Jepara semasa pemerintahan Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat yang masih dapat kita temui adalah Astana Mantingan dan Masjid Sunan Mantingan. 


Astana dalam bahasa sansekerta adalah sthana yang berarti tempat. Di Jawa Astana biasa juga dipakai untuk penamaan tempat pemakaman raja. Astana Mantingan adalah makam Pangeran Hadlirin, Ratu Kalinyamat, Patih Sungging Badar Duwung, Syeh Siti Jenar, dan keluarga kerajaan Kalinyamat. Satu komplek dengan  pemakaman tersebut terdapat Masjid Sunan Mantingan yang diperkirakan dibangun pada tahun 1559, sesuai dengan candrasengkala yang terukir pada mihrab masjid mantingan yang tertulis "Rupo Brahmono Wernosari".
Melihat dari candrasengkala, masjid ini dibangun beberapa tahun setelah meninggalnya Pangeran Hadlirin. Masjid Sunan Mantingan ini merupakan masjid tertua kedua setelah masjid demak yang didirikan oleh Walisongo pada masa pemerintahan Raden Patah. 

Masjid Astana Mantingan dibangun dengan campuran antara arsitektur tiongkok dengan jawa. Mulai dari bagian pintu gerbang yang dinamakan Candi Bentar, sebuah Gapura yang berbentuk simetris tanpa atap dari bata merah, model bangunan gapura mirip arsitektur jaman Majapahit. Masuk ke dalam area masjid, kita akan melihat teras masjid yang dibangun cukup tinggi, dengan anak tangga dan lantai masjid terbuat dari ubin yang didatangkan dari tiongkok. Masuk ke bagian teras masjid kita akan melihat hiasan-hiasan tembikar  di dinding masjid yang berbentuk piring bulat berwarna biru dan beberapa relief ukir yang terbuat dari  batu putih. Relief ukir ini memiliki pola salur-salur tanaman ada yang berbentuk bulat, segitiga, dan segi enam. Di dalam bangunan utama masjid terdapat Mihrab berukir di sisi kanan depan, pada mihrab tersebut tertulis candrasengkala yang menunjukkan tahun pembangunan Masjid. sedangkan pada bagian imam masjid berbentuk lengkung pada  bagian atas dengan hiasan-hiasan relief ukir. Masjid ini telah direnovasi beberapa kali, sehingga beberapa bagian kemungkinan sudah menghilangkan bentuk asli bangunan tersebut.

Sholawat Tibbil Qulub, Sholawat Penyembuh dan Penenang Hati



Sholawat Tibbil Qullub, Penyembuh, Penenang Hati, dan Benteng Penyakit


Sholawat Tibbil Qulub memiliki makna sholawat penyembuh hati. Sholawat ini adalah gubahan dari Syaikh Ahmad ibn Ahmad Ibn Ahmad Al-Adawi Al-Maliki Al-Khalawati Al-Dardir, seorang ulama Mesir dari mazhab Maliki. Karena dibuat oleh ulama maka termasuk dalam golongan sholawat ghoiru ma'tsur. Berikut adalah bait dari Sholawat Tibbil Qullub, 


Allahumma sholli `ala Sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dawa-iha wa `afiyatil abdani wa syifa-iha wa nuril abshori wa dhiya-iha wa `ala alihi wa shohbihi wa sallim

Artinya: “Ya Allah curahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya dan sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Semoga sholawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para sahabat-sahabatnya.” 


Itulah sebabnya Sholawat Tibbil Qullub ini dianggap sebagai doa, karena memang dalam kandungan artinya berisi doa-doa permohonan kesehatan dan kesembuhan, adapun jika dianggap Nabi Muhammad SAW. sebagai penyembuh oleh sebagian golongan, ini sebenarnya salah dalam memahami dan mendalami makna dalam sholawat ini.

Pembacaan sholawat adalah wujud kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah, begitu pula syair-syair dan gaya bahasa yang dipakai dalam dalam sholawat, majas yang dipakai biasanya penuh dengan hiperbola dan litotes karena memang jika berbicara tentang cinta, ungkapan kecintaan biasanya akan dipenuhi dengan gaya bahasa atau majas seperti itu.


Disampaikan oleh Ibnu Taimiyah,

وَالدُّعَاءُ يَجُوزُ بِالْعَرَبِيَّةِ وَبِغَيْرِ الْعَرَبِيَّةِ وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ يَعْلَمُ قَصْدَ الدَّاعِي وَمُرَادَهُ وَإِنْ لَمْ يُقَوِّمْ لِسَانَهُ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ ضَجِيجَ الْأَصْوَاتِ بِاخْتِلَافِ اللُّغَاتِ عَلَى تَنَوُّعِ الْحَاجَاتِ .

“Berdo’a boleh dengan bahasa Arab dan bahasa non Arab. Allah subhanahu wa ta’ala tentu saja mengetahui setiap maksud hamba walaupun lisannya pun tidak bisa menyuarakan. Allah Maha Mengetahui setiap do’a dalam berbagai bahasa pun itu dan Dia pun Maha Mengetahui setiap kebutuhan yang dipanjatkan”.


Jadi apa salahnya pembacaan Sholawat Tibbil Qullub jika isinya adalah doa dan permohonan kepada Allah SWT, dan Allah pasti mengetahui setiap maksud  hambanya walaupun lisannya tidak menyarakan sekalipun. Oleh sebab itu wajar apabila PBNU menganjurkan pembacaan sholawat ini untuk membentengi diri dari segala macam penyakit dhohir maupun batin, terutama dalam masa pandemi Covid-19. Memperbanyak bacaan sholawat apapun itu, sangat baik dan dianjurkan, dari kebiasaan sekedar membaca sholawat seseorang akan terdorong untuk lebih mengenal Rasulullah SAW. Jika sudah mengenal sejarahnya, silsilahnya, dan akhlaknya maka akan makin menumbuhkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Bagaimana jika seseorang sudah tumbuh rasa cinta? tentunya dia akan mengikuti apa saja yang dianjurkan oleh cintanya (Rasulullah), pelaksanaan kesunnahan seseorang pada tingkat ini tentunya akan beda dengan tingkat pelaksanaan kesunnahan pada orang yang tidak terdapat "Nur Muhammad" di dalam hatinya. 


Dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 56, Allah SWT berfirman sebagai berikut:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."



Sholawat Sebagai Penyembuh

Jika kita meresapi kandungan arti dalam setiap bacaan sholawat yang kita lantunkan, apalagi jika kita sudah pada tingkat kecintaan pada Rasulullah SAW. kita akan menemukan ketenangan di dalam hati. Dalam jiwa yang tenang akan terdapat tubuh yang se­hat karena  jiwa yang tenang membuat daya tahan tubuh semakin kuat terhadap se­rang­an berbagai penyakit. Daya tahan tu­buh yang le­mah membuat berbagai pe­nyakit gampang menyerang dan tubuh menjadi sakit. Begitupula dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, kekuatan imun tubuh sangat dibutuhkan untuk membentengi dari serangan Virus Corona, sehingga tidak ada salahnya kita mengamalkan bacaan Sholawat ini untuk mendapatkan ketenangan hati. Berbicaralah dengan hati yang tulus, berpikirlah positif maka ber­ba­gai masalah yang ada akan men­jadi ringan, inshaa Allah kita semua diberi kesehatan oleh Allah SWT.


#sholawat #tibbilqullub #maulid #bid'ah #sunnah #islamaswaja #islamnusantara #wahabi #nahdlatululama  #muhammadiyah


Tradisi Pernikahan Islam Unik di Berbagai Negara

 


Menikah memiliki banyak keutamaan dan pahala yang Allah berikan, seperti dalam firman-NYA:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak menikah dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui" (QS. An Nur 32).

Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai pemuda, siapa saja diantara kalian yang sudah mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena menikah itu lebih menundukan pandangan dan membentengi kemaluan. dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia melakukannya dengan jalan berpuasa. Karena puasa itu dapat membentengi serta menjauhkan dirinya dari perbuatan keji dan munkar.” (HR. Bukhari).

Budaya yang berbeda tentunya memiliki tradisi yang berbeda pula, begitu pula dengan budaya tradisi pernikahan di berbagai negara.  Beberapa di antaranya sangat sakral dan kuno seperti tradisi pernikahan adat Jawa. Banyak pula yang terlihat romantis dan ceria seperti adat pernikahan ala Eropa, dan bahkan ada yang terlihat aneh bagi kita, karena tidak terbiasa dengan budaya mereka. Islam Historia mencoba  mengulas  sedikit dari banyak tradisi pernikahan yang indah dari seluruh dunia, tentunya tradisi perayaan pernikahan secara Islami.

Budaya perayaan dan ritual pernikahan dalam Islam di berbagai negara dipandu oleh hukum syariat Islam. Dalam hal ini aturan pernikahan secara islam seragam di seluruh dunia.  Namun dalam acara perayaannya sangat bervariasi mengikuti budaya dan tradisi pernikahan secara Islam yang ada di masing-masing negara. 

Sahabat muslim, penasaran khan? untuk mengetahui bagaimana tradisi ritual pernikahan dan perayaan resepsi dilakukan saudara saudara muslim kita di negara lain? lanjut baca artikel ini sampai selesai, atau bagi yang tidak suka membaca, Islam Historia telah membuat videonya juga di Youtube:

Tradisi Pernikahan Islam yang Unik di Berbagai Negara


TURKI

Tradisi dan budaya Turki seputar pernikahan meskipun tidak terlalu kuno, namun bagi kita mungkin akan terlihat aneh, karena tidak terbiasa dengan budaya mereka. Biasanya beberapa hari sebelum acara pernikahan, calon pengantin mengadakan upacara keagamaan, di mana mereka mengundang keluarga dan teman.

Tiga malam sebelum ceremony pernikahan, para wanita berkumpul untuk malam henna. Pengantin wanita akan mengenakan gaun ungu atau merah, dan kerudung merah. Ibu mempelai pria mempersembahkan nampan berisi bola pacar. Dia kemudian meletakkan koin emas di telapak tangan pengantin wanita, dan menutupinya dengan sepotong pacar. Tangan dibungkus dengan kain kasa dan sarung tangan merah sampai henna mengeras. Sementara mereka menunggu, para wanita menyanyikan lagu - beberapa sedih, karena pengantin wanita akan meninggalkan rumah, dan beberapa bersemangat, merayakan kebahagiaan pasangan pengantin. 

Dua malam sebelum pernikahan biasanya diadakan pesta di rumah mempelai wanita, terutama bila pasangan tersebut berasal dari dua desa atau wilayah yang berbeda. Baru pada malam ketiga, ceremony pernikahan resmi dilangsungkan di rumah mempelai pria,  pasangan tersebut berdansa semalaman dan menikmati makanan lezat. 

Pada pagi di hari upacara resmi, pengantin pria dan pengiring pria meletakkan bendera Turki di depan rumah pasangan yang akan segera menikah, disertai dengan tabuhan genderang dan seruling. Pada sore hari keluarga mempelai pria menjemput pengantin wanita dengan iring-iringan mobil yang dihiasi bunga dan pita. Terkadang, anak-anak mengikuti mobil atau bahkan duduk di depan mereka menunggu pengantin membagikan amplop uang. Di acara resepsi pernikahan, seperti kebiasaan di Indonesia, para tamu diharapkan memberikan sumbangan, namun cara pemberian sumbangan dengan menyelipkan uang ke gaun pengantin saat mengucapkan selamat ke pengantin.  Yang unik menurut Islam Historia dalam tradisi pernikahan secara islam di Turki, para tamu biasanya berharap untuk melihat kedua mempelai mencoba untuk saling menginjak kaki satu sama lain saat mereka menandatangani akta nikah,  ini melambangkan keinginan untuk memiliki "keputusan akhir" dalam pernikahan.


INDIA

Islam merupakan salah satu agama populer di India selain agama Hindu dan Budha. Pernikahan di India adalah perayaan yang penuh warna dengan tradisi budaya yang turun temurun selama berabad-abad. Bagi calon pasangan pengantin yang akan mengadakan ceremony pernikahan tradisional, upacara ritual Nikah merupakan inti dari upacara pernikahan Muslim India. Perayaan Manjha dan Mehndi berlangsung sebelum upacara Nikah. Baik manjha dan mehndi, atau henna, berasal  dari ritual pernikahan India kuno yang unik. Manjha seperti tradisi Hindu, di mana calon pengantin dilukis dengan henna yang diberikan kepadanya oleh anggota keluarga yang dituakan dari mempelai pria. Tradisi pernikahan secara Islam di India ini dirayakan bersama kerabat dan teman wanita terdekat mempelai wanita dan dilaksanakan beberapa hari sebelum pernikahan.

Sebelum pasangan diizinkan untuk saling melihat, mahar diberikan oleh pengantin pria kepada pengantin wanita. Setelah penyerahan mahar,  pasangan tersebut setuju untuk menikah dengan mengucapkan ijab kabul, dan bacaan ritual Nikah dibacakan oleh Imam atau pembawa acara. Setelah acara pernikahan selesai dan pasangan resmi menjadi suami istri, pada pertama kalinya pasangan itu memandang satu sama lain sebagai suami dan istri, sesuai dengan tradisi India, pasangan  bertukar karangan bunga sebelum meninggalkan masjid, para tamu kemudian menghujani pengantin wanita dengan koin sebagai simbol harapan keberuntungan.


CHECHNYA

Pernikahan di Chechnya secara tradisional adalah tontonan yang menampilkan serangkaian pertunjukan langsung nyanyian dan tarian. Namun di dalam tradisi pernikahan secara Islam di Chechnya, pengantin wanita tidak boleh ikut serta dalam beberapa perayaan dan harus tetap menghormati keluarga barunya dengan tidak memperbolehkan  kerabat sendiri hadir.

Sebelum upacara mempelai wanita dirias dan ditata rambutnya dan  kemudian mengenakan gaun berornamen renda lengkap dengan perhiasan halus di hijabnya. Pada saat acara, pengantin wanita diberi tempat khusus untuk berdiri, tetapi tidak ikut serta dalam tarian, di mana pria dan wanita tidak boleh terlalu dekat. Sepanjang hari dia diperkenalkan dengan kerabat baru dan hanya bisa duduk jika diberi izin.

Menurut tradisi pernikahan secara Islam, pengantin pria tidak boleh menghadiri upacara dan bertemu dengan pengantin wanita. Pengantin wanita diminta menggendong putra sulung seseorang, dan memberinya hadiah  sebagai simbol dan harapan semoga akan melahirkan banyak anak laki-laki. Para tamu memberikan kado barang-barang yang berguna kepada pengantin wanita, kemudian setiap orang diundang untuk menikmati makanan yang mewah, dan pengantin wanita memberi para tamu  minum air dengan berharap mereka semua diberi kesehatan, tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Pada hari ketiga alat musik dimainkan dan para tamu menari membawa pengantin wanita ke sungai. Panekuk tepung jagung dilemparkan ke dalam air untuk ditembak, setelah itu pengantin perempuan mengambil air dari sungai dan pulang. Ritual ini dimaksudkan untuk melindungi wanita muda dari roh sungai.

Pada malam hari ketiga perayaan pernikahan, pria yang diberi kuasa untuk mewakili ayah pengantin wanita dan pengantin pria pergi ke kantor catatan sipil. Kebanyakan pria di Chechnya  menikah pada usia 20 tahun dan  wanita menikah pada usia 17 atau 18 tahun. Kebanyakan pasangan memiliki anak segera setelah menikah.


PAKISTAN

Pernikahan Pakistan biasanya dimulai dengan Dholki. Ini adalah pra-perayaan yang biasanya dilakukan satu atau dua minggu sebelum perayaan utama. Pesta pengantin, teman dekat dan kerabat kedua mempelai hadir. Selama acara ini para tamu bernyanyi dan menari secara tradisional sambil menabuh genderang.

Sebelum upacara utama, salah satu acara terpenting bagi seorang pengantin wanita adalah Mehndi, di mana pengantin wanita memiliki pola pacar yang rumit digambar di tangan dan kakinya. Desainnya melambangkan keberuntungan, kegembiraan dan cinta - dengan nama pengantin pria biasanya tersembunyi dalam detail yang rumit.  Secara tradisional mehndi dikenal sebagai 'Hari Pengantin' yang dihabiskan dengan kerabat dekat dan teman-temannya. Ada musik dan tarian yang terlibat untuk menciptakan suasana yang hidup dan membuat semua orang bersemangat untuk pernikahan yang akan datang.

Bagian terpenting dari pernikahan adalah Nikah, sebuah ritual formal di mana kedua mempelai saling bertukar sumpah dan membuat janji satu sama lain. Sebelum pasangan diizinkan untuk saling bertemu, mahar diberikan kepada pengantin wanita oleh pengantin pria.

Setelah upacara nikah ada perayaan pernikahan yang disebut dengan Walima. Ini adalah acara makan malam yang diselenggarakan oleh pihak pengantin pria setelah pernikahan mereka resmi. Biasanya pengantin pria memilih setelan formal atau tuksedo Barat dan pengantin wanita akan mengenakan gaun yang mempesona dengan perhiasan emas yang disediakan oleh pengantin pria.


BANGLADESH

Di Bangladesh pada acara ceremony pernikahan, kedua mempelai duduk terpisah dan seorang kazi atau orang yang diberi wewenang oleh pemerintah untuk menyelenggarakan pernikahan didampingi oleh orang tua dan seorang saksi atau wakil dari masing-masing pihak. Secara resmi mereka masing-masing akan meminta calon pengantin untuk setuju menjalin ikatan perkawinan. Untuk pernikahan secara Islam di Bangladesh, jumlah mahar diverifikasi dan jika semuanya baik, surat-surat secara resmi akan ditandatangani, dan pasangan duduk bersebelahan di mimbar. Kerudung pengantin wanita akan dikerudungkan menutupi kedua mempelai, dan cermin ditempatkan di depan mereka. Pengantin pria kemudian harus mengatakan sesuatu yang romantis tentang apa yang dilihatnya di cermin — terutama saat pertama kali dia melihat pengantin wanita. Biasanya adalah dengan mengatakan bahwa dia telah melihat bulan. Kedua mempelai kemudian saling memberi makan permen, sementara anggota keluarga mempelai wanita mencoba mendorong wajah mempelai pria ke dalam makanan. Semua tamu kemudian merayakan dengan pesta.


QATAR

Masyarakat Qatar biasanya mengadakan beberapa pesta sebelum upacara pernikahan secara Islam. Hidiya adalah upacara pemberian hadiah, dan pesta Henna, yaitu bahan alami yang terbuat dari bubuk daun yang sering digunakan wanita sebagai tato temporer untuk membuat desain tangan dan kaki yang rumit.

Di rumah pengantin pria biasanya diadakan perayaan dalam dua tahap, satu malam sebelum hari pernikahan, para pria akan menyanyikan Samiri, Liwa, Habban atau Tamboura semua tarian lama yang dilakukan di pesta pernikahan sebelum makan malam disajikan. "Pada hari pernikahan, tarian Zarif, menari dengan pedang, dilakukan di depan rumah mempelai pria, dan setelah makan malam, anggota band berjalan bersamanya dalam prosesi jika rumah itu dekat sampai mereka mencapai rumah pengantin wanita,". Perayaan pengantin pria diadakan di area terbuka di luar rumah, dengan  pertunjukan tarian pedang, senapan dan terompet. Perayaan tersebut diadakan  tergantung pada cuaca dan status sosial, durasi upacara pernikahan bisa memakan waktu seminggu atau hanya tiga hari menurut tradisi Badui.

Upacara pernikahan Qatar biasanya berlangsung selama 4-6 jam. Dalam tradisi pernikahan secara Islam di Qatar, pria merayakannya di tenda dan wanita di aula. Pada malam hari kerabat laki-laki dari pengantin pria dan pengantin wanita berjalan ke aula tempat para wanita berada, terkadang dengan menunggang unta. Para tamu disuguhi berbagai masakan tradisional yang lezat, seperti domba panggang di atas sepiring nasi, semur seafood, isian daun anggur, dan berbagai macam manisan mewah seperti mehalabiya, puding air mawar, pistachio, dan umm ali.


#pernikahan #nikah #taaruf #taarufnikah #budaya #tradisi #tradisionalwedding #tradisional #wedding #weddinginspiration #weddingday #marriage #tunangan #islam #islampost #aswaja #edukasi #pendidikan #ustadzadihidayat #adihidayat

Jumat, 16 Oktober 2020

Aktivitas Sunnah Rasul di Malam Jumat dalam Perspektif Islam


Assalamualaikum,

Sahabat Muslim, di masyarakat kita selama ini malam Jumat selalu dianggap sebagai malam yang menakutkan, malam horor, malam mistis, banyak hantu yang bermunculan di malam Jumat. dan sebagian anggapan yang lain malam Jumat identik dengan aktivitas "Sunnah Rasul". Benarkan anggapan tersebut? dan adakah riwayat yang dapat menjelaskan tentang hal tersebut? Islam Historia akan berusaha memberikan penjelasan berdasarkan perspektif Islam, bagi yang malas membaca bisa tonton video berikut:

Misteri Malam Jumat, Hantu Gentayangan & Sunnah Rasul menurut Islam

Jangan lupa bantu dukung channel Islam Historia dengan subscribe, like, komen, dan bunyikan lonceng untuk selalu update informasi.


Sunah Rasul

Sunah Rasul memiliki makna cara menjalani kehidupan ini, baik secara tingkah laku, akhlak, maupun cara beribadah yang sesuai dengan tuntunan dan yang dicontohkan oleh Rasulullah. 

Kebiasaan dalam masyarakat kita jika mendengar kalimat "Sunnah Rasul" ini akan dikaitkan dengan malam Jumat dan anjuran untuk melakukan hubungan intim, tentunya dengan suami/istrinya sendiri. Istilah ini juga sering mejadi bahan candaan masyarakat saat hari Kamis atau malam Jumat, untuk segera pulang ke  rumah melakukan Sunnah Rasul. Namun benarkah anggapan tersebut? Islam Historia menemukan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh HR. Baihaqi tentang berhubungan intim dengan suami/istrinya di malam Jumat yang artinya sebagai berikut,

Rasulullah bersabda: "Apakah kalian tidak sanggup berhubungan badan dengan istri kalian pada setiap hari Jumat. Hubungan badan dengan istri di hari Jumat mengandung dua pahala: pahala mandinya sendiri dan pahala mandi istrinya," (HR Baihaqi).

Namun ternyata banyak ulama hadist lainnya menyatakan bahwa hadist tersebut lemah dan tidak bisa dijadikan dasar hukum. Sedangkan hadist lain yang Islam Historia dapatkan yang lebih tepat mengintepretasikannya adalah pada hadits riwayat Aus bin Abi Aus RA yang artinya, 

Rasulullah bersabda: "Barang siapa yang mandi pada hari Jumat dan membuat orang lain mandi, lalu berangkat pagi-pagi dan mendapatkan awal khotbah, dia berjalan dan tidak berkendaraan, dia mendekat ke imam, diam, lalu berkonsentrasi mendengarkan khutbah, maka setiap langkah kakinya dinilai sebagaimana pahala amalnya setahun," (HR Ahmad, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Di dalam hadist tersebut memang tidak terdapat kata atau kalimat tentang hubungan intim, namun di dalam Islam sendiri salah satu hal yang menjadikan kita mandi wajib adalah karena berhubungan intim, seperti arti dalam sabda Rasulullah berikut ini, 

Rasulullah bersabda: “Bila seorang lelaki duduk diantara empat potongan tubuh wanita (dua tangan dan dua kaki) dan tempat khitan (laki-laki) bertemu tempat khitan (wanita) maka sungguh wajib mandi meskipun ia tidak mengeluarkan mani,” (HR Muslim).

Jadi kesimpulannya, melakukan hubungan suami istri di malam jumat bukanlah merupakan sunnah, namun mandi di malam Jumat itulah yang menjadi sunnah. Sedangkan kita sebagai umat Islam, selalu diwajibkan menjaga kerbersihan slah satunya dengan perintah mandi junub setelah berjima' dengan istri atau suami masing-masing, bahkan dengan membuat orang lain (istri/suami) mandi di malam Jumat, Allah akan memberikan pahala baginya.


Hantu Bermunculan di Malam Jumat

Kepercayaan masyarakat bahwa malam Jumat adalah malam sakral di mana hantu-hantu bergentanyangan, mungkin perlu sedikit diluruskan. Di dalam dalam kumpulan kitab Fatawa Al-Ramli yang mengutip pernyataan Imam Al Qurtubi: 

“dikatakan bahwa terkadang arwah-arwah itu mengunjungi kuburannya setiap hari Jumat, selamanya. Dan telah datang sebuah khabar bahwa arwah-arwah itu mendatangi kuburnya dan rumah keluarga mereka pada waktu yang dikehendaki Allah. Hal itu karena mereka telah diberi izin oleh Allah untuk melakukannya. Arwah-arwah itu dapat melihat dari sana baik mereka datang ke kuburnya atau ke rumah keluarganya.” 

Hal tersebut disebut juga dalam Kitab   I’anah Al-Thalibin Hasyiyah Fath Al-Mu’in, karya Syech Abu Bakar bin Syatha'. Ulama terkenal yang menjadi guru para ulama Nusantara.

Jadi menurut Islam Historia yang ada adalah arwah orang yg sudah meninggal yang kembali ke dunia, dan itupun atas seijin Allah untuk meminta doa dari anak cucunya yang masih hidup. Bukan hantu seperti yang dibayangkan dalam wujud yang menakutkan dan mengerikan.

Banyak berdoa di malam Jumat, dengan doakan orang tua dan saudara kita yang sudah meninggal, itu akan lebih baik daripada kita melakukan aktivitas yang tidak bermanfaat. Seperti yang biasa dilakukan di desa-desa atau di Pondok Pesantren, biasanya malam Jumat akan diisi dengan acara Maulid, Semak'an Al Qur'an, Khataman, dan aktivitas lainnya yang memiliki nilai atau kemanfaatan yang tinggi, semoga bermanfaat.


Wassalamu'alaikum..


#Sunnah #sunnahrasul #malamjumat #malamjumatkliwon #arwah #islam #edukasi



Murottal Juzz Amma Paling Merdu, Muhammad Thaha Al-Junayd

 


Assalamu'alaikum,

Thaha Al-Junayd, bagi yang belum tahu tentang Thaha Al-Junayd, Islam Historia mencoba berbagi informasi tentang profil singkat beliau. Muhammad Thaha Al Junayd dulu mengawali kepopulerannya dari seorang qori cilik, di Arab beliau dikenal sebagai  "Beautiful Voice From Heaven" karena indahnya lantunan murottal beliau. Hingga kemudian keindahan lantunan murottal beliau menyebar ke negara-negara lain termasuk di Indonesia.

Lahir di Manama, Bahrain, tahun 1994 dengan nama panjang Muhammad Salih Ibrahim Thaha al Junayd atau terkenal dengan julukan Muhammad Thaha al Junayd. Untuk hafalan Al Qur'an beliau belajar menghafal Al-Qur’an di Pusat Studi Al-Qur’an Abdurrahman Ajur di Kota Hamad, Bahrain. Untuk profil lengkap beliau, channel Islam Historia akan membuat konten youtube secara terpisah.

Di Indonesia sendiri murottal lantunan beliau baik murottal Thaha Al Junayd kecil maupun sudah murottal Thaha Al Junayd dewasa,  banyak diputar di sekolah-sekolah dan acara-acara pengajian, acara pernikahan. Ritme lantunan bacaannya yang fasih dan tartil serta langgam nada yang khas dengan Irama Kurdi, banyak disukai untuk hafalan baik anak-anak maupun dewasa. Sayang murottal beliau belum lengkap 30 Juzz. Insyaa Allah channel Islam Historia akan melengkapi koleksi murottal Thaha Al Junayd jika ada kesempatan. 

Bagi teman-teman yang sedang belajar menghafal Juzz Amma, video murottal Thaha Al Junayd ini berikut bisa anda download penuh di channel Islam Historia, dengan kualitas sound yang jernih dan jelas.

Murottal untuk Hafalan Juzz Amma, Muhammad Thaha Al-Junayd

Jangan lupa dukungannya untuk channel Islam Historia, subscribe, like, comment, dan bunyikan lonceng untuk selalu update.


Wassalamu'alaikum



#nadakurdi #murottal #juzzamma #alquran #juzz30 #hafalanjuzzamma #hafalanjuzz30 #muhammadthahaaljunayd #thahaaljunayd #qori #qoricilik #hafidz #hafidzcilik #islam #sunnah #aswaja #muslim #islampost #edukasi

Rabu, 07 Oktober 2020

Negara ini Terkenal Dengan Arsitektur Masjid Terindahnya



Permulaan arsitektur Islam banyak  dipengaruhi oleh arsitektur bergaya  Romawi, Bizantium, Persia, dan daerah lain yang pernah ditaklukkan oleh Islam pada abad ketujuh dan kedelapan. Kemudian Islam meluas sampai  ke Asia Tenggara, dan gaya arsitektur Islam di Asia Tenggara semakin berkembang dengan  pengaruh arsitektur Cina dan Mughal.  Hingga masuk ke Indonesia, gaya arsitektur Islam bercampur jadi satu antara arsitektur Persia, China, dan Majapahit. Jenis arsitektur Islam untuk bangunan masjid memiliki ciri khas menara baik berbentuk silinder maupun segi empat yang menjulang tinggi dengan atap kubah, menambah kemegahan dan eksotisme bangunam. Berikut beberapa negara yang terkenal memiliki masjid dengan keindahan arsitekturnya yang luar biasa.


Negara Yang Terkenal Keindahan Masjidnya


Negara Maroko

Maroko adalah sebuah negara kerajaan yang berada di Benua Afrika,   negara ini juga sering disebut juga sebagai Al Mamlakah Al Maghribiyah yang artinya Kerajaan Barat. Dinamakan demikian karena letak dari negara ini di pesisir sebelah barat benua Afrika, memiliki garis pantai yang sangat panjang di Samudra Atlantik dan Laut Mediteranian. Maroko adalah negara Islam, berbahasa Arab, kondisi geografis negara ini adalah pegunungan dan gurun. Sebagai negara Islam dengan budaya campuran Arab dan Eropa, Maroko banyak terdapat Masjid yang berarsitektur indah. 10 Masjid berarsitektur indah di Maroko antara lain:

Masjid Hasan II

Terletak di Casablanca, Masjid megah ini adalah salah satu situs yang paling dikenal. Memiliki keindahan arsitektur yang luar biasa, sering dikatakan sebagai salah satu masjid terindah di dunia. Salah satu masjid terbesar dan tertinggi di dunia, arsiteknya memberikan  banyak detail pada bangunan, mulai dari ubin dan kayu berukir indah hingga pekerjaan plester yang memiliki detail rumit.

Masjid Tin Mal

Masjid Tin Mal dibangun sekitar tahun 1100, terletak di desa pegunungan kecil, seperti Masjid lainnya di Maroko, masjid ini juga memiliki detail arsitektur yang mempesona, dengan ciri khas kebanyakan Masjid di  Maroko  memiliki menara persegi yang menjulang tinggi yang menambah kemegahan masjid.

Masjid Agung Taza

Karena terletak di Kota Taza Maroko Utara, masjid ini dinamakan Masjid Agung Taza. Terletak di antara Pegunungan Rif dan Pegunungan Atlas Tengah. Masjid Agung Taza merupakan masjid yang bersejarah, dibangun sekitar tahun 1100, Masjid Agung Taza adalah salah satu bangunan era Almohad tertua di negara itu. Dibangun dari batu merah merah muda, pada langit-langit masjid terdapat lampu gantung besar, di dalam gedung terdapat prasasti berukhir yang mengesankan. Lantainya dilapisi ubin warna-warni yang cantik, dan diperindah dengan adanya air mancur.


Negara Turki


Siapa yang tidak mengenal negara yang terkenal dengan wanita-wanitanya yang berparas cantik ini? Turki terletak di semenajung Eurasia, adalah negara dengan sistem pemerintahan republik yang berpenduduk mayoritas Islam. Selepas jatuhnya Kekaisaran Utsmani, dan dipimpin oleh Mustafa Kemal Attaturk negara ini sempat menjadi negara Sekuler. Di  negara ini juga memiliki banyak situs arsitektur yang mempesona termasuk bangunan masjid. Beberapa masjid yang memiliki arsitektur indah di Turki, antara lain:

Masjid Sakirin

Masjid Sakirin dirancang oleh seorang arsitek wanita bernama Zeynap Fadillioglu, tidak hanya menonjol dengan eksteriornya yang modern tetapi juga interiornya,  beberapa detail indah terdapat pada lampu bola kaca yang berbentuk tetesan air hingga motif dekoratif. Lengkungan indah pada plafon Masjid Sakirin menciptakan keindahan pada masjid modern yang  sejati.

Masjid Kocatepe

Masjid Kocatepe terletak di Ankara, adalah masjid terbesar yang dapat menampung 24 ribu jamaah. Masjid ini dibangun antara tahun 1967 dan 1987, dapat terlihat dari arah  manapun di ibu kota Turki.

Masjid Suleymaniye

Masjid ini adalah masjid terbesar kedua di Istanbul. Dibangun pada masa Kesultanan Suleyman, diarsiteki oleh Mimar Sinan seorang arsitek Ottoman yang terkenal pada tahun 1557. Dengan perpaduan elemen arsitektur Islam dan Bizantium, masjid ini adalah salah satu pusat pemandangan di kota yang menonjol.

Masjid Selimiye

Mahakarya Mimar Sinan yang lain yaitu Masjid Selimiye yang terletak di Edirne. Dibangun pada tahun 1569-1575 di masa  kepemimpinan Sultan Selim II. Masjid ini juga dianggap sebagai salah satu prestasi luar biasa arsitektur Islam dunia.

Masjid Hagia Sopia

Hagia Sopia dibangun pada tahun 537 sebagai katedral di ibu kota kekaisaran Konstantinopel, adalah gereja Kristen terbesar di Kekaisaran Romawi Bizantium. Pada 1453, setelah Jatuhnya Konstantinopel ke Kekaisaran Ottoman, Hagia Sopia difungsikan menjadi masjid. Pada tahun 1935, saat kepemimpinan Mustafa Kemal Attaturk di masa Turki sekuler, Hagia Sopia dirubah fungsinya sebagai museum, baru pada tahun 2020, Presiden Erdohan memfungsikan kembali sebagai masjid.


Negara India

India yang terletak di Asia Selatan merupakan negara yang dilalui rute perdagangan penting dan bersejarah sejak masa lalu. Di negara ini peradaban-peradaban kuno dilahirkan, tempat lahirnya 2 agama utama yaitu Hindu dan Budha. Di India agama Islam adalah agama terbesar ke dua setelah Hindu, dan memiliki populasi umat muslim terbanyak nomor 3 di dunia. Tidak heran di India juga terdapat masjid-masjid besar yang memiliki keindahan arsitektur yang menawan, berikut beberapa masjid di India yg memiliki arsitektur yang menawan.

Masjid Jama, Delhi

Masjid Jama Delhi adalah masjid terbesar di India, mampu untuk menampung lebih dari 25.000 jamaah. Dibangun menggunakan batu merah dan marmer pada tahun 1644 merupakan salah satu masjid di India dengan keindahan arsitekturnya yang terakhir dibangun pada masa pemerintahan kaisar Mughal Shah Jahan.

Masjid Jama, Srinagar

Dibangun dengan gaya arsitektur Indo-Saracenic, Masjid Jama Srinagar adalah masjid terbesar di Kashmir dan salah satu situs paling suci dalam Islam. Masjid ini dibangun pada tahun 1402 Masehi dengan disangga oleh 370 tiang kayu. Masjid pernah dibakar, tetapi dibangun kembali. Terletak di tengah kota tua yang ramai, masjid ini memberikan ketenangan bagi umat muslim di kota tersebut untuk beribadah.

Masjid Taj Ul, Bhopal

Masjid Taj Ul juga dikenal sebagai 'Mahkota Masjid', adalah salah satu masjid terbesar di Asia. Pembangunannya dimulai pada masa pemerintahan Kaisar Mughal, Bahadur Shah Zafar oleh Nawab Shah Jahan Begum, tetapi harus dihentikan karena kekurangan dana, namun kemudian dilanjutkan  oleh Allama Mohammad Imran Khan, dan akhirnya selesai pada tahun 1985. Bangunan ini memiliki fasad merah muda, dengan dua menara segi delapan setinggi 18 lantai, kubah terbuat dari marmer dan terdapat lorong-lorong yang indah dan megah.

Masjid Bara Imambara

Pada tahun 1798 Nawab Asaf-ud-Daula memulai pembangunan aula besar untuk kota, sebagai cara untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat. Bangunan megah ini dibangun oleh masyarakat Lacknow, berdasarkan desain yang dibuat oleh Kifayatullah, seorang arsitek dari Delhi. Bangunan megah ini adalah satu-satunya bangunan yang dibangun tanpa balok atau pilar yang menopangnya.

Masjid Adhai Dinpra Jonpra

Masjid ini dibangun di atas sisa-sisa kuil Hindu oleh Qutub-ud-Din-Aibak,  pada tahun 1199 M. Masjid ini adalah contoh awal arsitektur Indo-Islam, salah satu ciri yang paling mencolok dari masjid ini adalah prasasti kaligrafinya.

Sahabat Muslim, dari beberapa bangunan masjid di beberapa negara tersebut, bisa kita tarik kesimpulan bahwa setiap tempat selalu memiliki ciri khas arsitektur bangunanya. Dan meskipun beberapa bangunan masjid tersebut di bangun berabad yang lalu, di mana teknologi rancang bangun belum semodern sekarang, namun kekuatan, kemegahan, dan  keindahannya tidak kalah dengan bangunan di era modern. Situs-situs bangunan tersebut tentunya harus selalu dijaga keutuhan dan keasliannya sebagai warisan arsitektur islam yang luar biasa, termasuk di Indonesia.