Sabtu, 17 Juli 2021

Mencukur Rambut Kemaluan Menurut Islam

Video "Mencukur Rambut Kemaluan Menurut Islam"

Pada saat seseorang mulai masuk masa puber, biasanya akan ditandai dengan tumbuhnya bulu atau rambut pada bagian bagian tertentu.

Fungsi rambut pada tubuh manusia bukan sekadar penanda seseorang sudah masuk puber atau belum, namun juga melindungi dari bakteri hingga mengurangi gesekan.

Menurut pendapat ahli kesehatan, tumbuhnya rambut pada bagian bagian tertentu tersebut memiliki fungsi mengatur suhu tubuh dan melindungi dari kotoran.

Pada hidung tumbuhnya bulu bulu hidung memiliki fungsi untuk menahan kotoran dan debu supaya tidak langsung masuk ke dalam rongga hidung.

Begitu pula dengan bulu mata, bulu bulu tersebut akan menahan kotoran dan debu untuk tidak langsung masuk ke dalam mata.

Bagaimana dengan bulu atau rambut di bagian lain seperti ketiak dan kemaluan? Sering menjadi bahan diskusi bagaimana jika rambut pada bagian tersebut dicukur? adakah manfaat dan hikmahnya menurut islam?

Sahabat muslim,
di dalam Islam mencukur atau mencabut rambut memiliki kesunnahan sendiri, seperti dalam hadis dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada lima macam fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258)

Kemudian, hadis dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada sepuluh macam fitrah, yaitu memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.”

Mencukur Bulu Ketiak

Jelas sekali di dalam hadist tersebut disebutkan bahwa mencabut bulu ketiak adalah sunnah. Ketiak adalah bagian tubuh yang lembab. Keringat, daki, dan bakteri bercampur pada bagian itu sehingga menimbulkan bau yang kurang sedap. Dengan mencabutnya dapat mengurangi timbulnya bau.

Lantas, bagaimana jika  tidak tahan dengan rasa sakitnya? sahabat muslim bisa menghilangkan dengan mencukurnya, dan tetap berhak mendapat kesunnahan, meskipun yang dianjurkan adalah dengan mencabutnya atau menghilangkan dengan tawas.

Mencukur Bulu kemaluan
Salah satu fitrah dalam hadist di atas adalah mencukur bulu kemaluan. Berbeda dengan bulu ketiak, untuk bulu kemaluan cukup dengan mencukurnya bagi laki laki.

Di dalam kitab Tuhfatul Habib ‘ala Syarhil Khathib, mencukur bulu kemaluan diperuntukkan untuk laki-laki. Sedangkan untuk perempuan yang dianjurkan adalah dengan mencabutnya.

Di dalam madzab Maliki, seorang pria yang mencukur bulu kemaluannya akan dapat memperkuat vitalitasnya, sementara bagi wanita akan dapat melembutkan  bagian intimnya. Hal tersebut dijelaskan di dalam Kitab Tuhfatul Habib ‘ala Syarhil Khathib yang artinya:  “Yang paling afdhal bagi laki-laki adalah mencukur bulu kemaluan, sedangkan bagi perempuan adalah mencabutnya. Para ulama berkata tentang hikmahnya, ‘Bahwa mencabut bulu kemaluan itu bisa mengendalikan syahwat, sedang mencukurnya itu bisa menguatkan syahwat. Berbeda dengan ulama dari kalangan Madzhab Maliki, mereka menyatakan; ‘Karena mencabut bulu kemaluan (bagi perempuan) itu bisa melembutkan kemaluannya,’” (Sulaiman Al-Bujairimi, Tuhfatul Habib ‘ala Syarhil Khathib, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1417 H/1996 M, juz I, halaman 337).

Sahabat muslim, bagi kalian yang tidak kuat menahan rasa sakit jika rambutmu dicabut, tidak usah khawatir, kalian tetap mendapat kesunnahan apabila mencukurnya atau menghilangkan dengan tawas.

Wallahu a’lam bish-shawaaab

Ternyata Iblis Pernah Jadi Bos-nya Para Malaikat

Video "Kisah Azazil Iblis Pemimpin Para Malaikat"

Azazil adalah nama asli dari Iblis yang merupakan bapak dari bangsa Jin, sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa nama asli Iblis adalah al-Harits. 

Karena durhaka kepada Allah Pemimpin para Malaikat ini telah dikutuk Allah kembali ke asal usulnya sebagai Iblis Laknatullah.

Semoga kisah inspiratif islami ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menjauhi sifat sombong, angkuh, takabur, karena sifat-sifat itu adalah sifat Iblis.

Wallahualam bissawab..

Kisah Hancurnya Saba, Negerinya Ratu Balqis

Video "Kisah Hancurnya Negeri Saba dalam Alquran"

Dianggap sebagai salah satu keajaiban teknik terbesar di dunia, reruntuhan bendungan Ma'rib menjadi saksi bisu kemurkaan Allah pada rakyat Saba.

Membentang sejauh 580 meter dan tegak berdiri setinggi 16 meter, Ma'rib menjadi bendungan terbesar di masanya yang telah mengubah gurun menjadi oasis. Menjadi sumber air bagi rakyat saba, menjadi asal kemakmuran negeri saba pada masa itu. Air yang melimpah di negeri itu, menjadikan hamparan hijau pertanian di tengah tengah padang pasir seluas batas horizon. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfiman mengabarkan tentang kemakmuran kaum Saba’

Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun, di sebelah kanan dan di sebelah kiri.” (QS. Saba’: 15)

Kebun kebun di Saba menghijau sepanjang masa di kiri kanan lembah dan gunung, diairi dari bendungan Ma'rib. Resin aromatik, kemenyan, dan mur yang dihasilkan dari kebun kebun tersebut, menjadi komoditi mahal saat itu.

Letak geografis yang sangat strategis yang dilalui jalur perdagangan antar negara. Geliat niaga di sepanjang Rute Dupa Yaman, Syam, dan Mediterania, meramaikan pelabuhan laut Saba. Komoditi langka Saba semakin mudah didapat para pedagang dari Mediterania, Mesir, dan Afrika. Kemenyan dan mur digunakan oleh orang Mesir kuno untuk pembalseman mayat. Cina memakainya sebagai obat, dan dibakar untuk wewangian kuil dan istana Kaisar.

Jauh sebelum masa itu, seorang Ratu bernama Bilqis memimpin kerajaan seba kuno. Rakyatnya yang menyembah matahari dan bintang, menjadi monoteisme menyembah Allah Ta'ala setelah Bilqis bertemu Sulaeman. Allah menganugerahkan negeri yang subur, negeri dan rakyatnya makmur berkecukupan.

Sampai kurun waktu tertentu rakyat Saba masih mentauhidkan Allah ta'ala. Namun setelah mereka serba kecukupan, semua menjadi mudah, lambat laun iman mereka mulai meluntur, banyak rakyat Seba kembali menyekutukan Allah ta'ala menyembah sesembahan nenek moyang mereka.

Telah diutus oleh Allah 13 Rasul kepada mereka. Namun mereka tetap berpegang pada sesembahan nenek moyangnya, hingga membuat Allah murka dan mencabut kenikmatan yang telah Allah berikan kepada mereka. Allah berfirman,

Tetapi mereka berpaling, maka kami datangkan kepada mereka banjir al-‘arim.” (QS. Saba’: 16)

Bendungan Ma'rib telah dipelihara selama berabad-abad oleh generasi-generasi Saba. Kemudian diteruskan oleh raja-raja Kerajaan Himyar setelah mereka menggantikan orang-orang Saba. Tikus tikus yang besarnya  melebihi kucing dikisahkan telah menggerogoti bendungan Ma'rib menjadi penyebab runtuhnya bendungan tersebut pada abad ke-6. Saba negeri makmur di selatan Jazirah Arab, berubah menjadi negeri miskin dalam sekejab. Yang menjadikan awal keruntuhkan kerajaan komersial kuno ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.” (QS. Saba’: 16-17)

Runtuhnya Bendungan Besar dan kehancuran Ma'rib adalah peristiwa penting dalam sejarah wilayah itu yang mendapat tempat dalam Alquran.

Wallohualam bissowaab

Cerita Inspiratif, Durhaka Kepada Ibu

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabada: ”Setiap dosa-dosa, Allah Ta’ala mengakhirkan (hukumannya) seperti yang Dia kehendaki hingga hari kiamat. Kecuali durhaka kepada orangtua, sesungguhnya Allah akan mempercepat (hukuman) bagi yang melakukannya, saat hidup di dunia sebelum meninggal.” (Riwayat At Thabarani dan Al Hakim, dishahihkan oleh Al Hakim dan As Suyuthi).

Sore itu di sebuah rumah di komplek perumahan mewah, terdengar ribut-ribut. Sepertinya ada seseorang laki-laki yang sedang marah dengan kalimat kasar kepada seorang wanita. Sesekali terdengar barang pecah yang mungkin dibantingnya.

15 menit kemudian tampak seorang wanita tua yang menangis keluar dari dalam rumah tersebut membawa sebuah tas besar. Berjalan dengan sangat berat karena beban tas tersebut atau mungkin karena tidak tahu harus pergi kemana

Wanita tersebut oleh para tetangga dipanggil Mrs. Enny, seorang janda yang berusia kurang lebih 67 tahun, ibu dari Nico yang menghuni rumah tersebut.

Nico adalah seorang Direktur di sebuah perusahaan manufacture di pinggir kota Jakarta. Sebagai seorang direktur Nico hanya memiliki sedikit waktu untuk keluarga, selebihnya dihabiskan di tempat kerja.

Istri Nico pun sama seperti suaminya, seorang wanita karir yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk pekerjaan. Seorang wanita cantik berambut pendek, jika berbicara terdengar tegas dengan pandangan mata yang tajam. Kemungkinan karakter itu terbentuk karena kebiasaan dalam mengatur anak buah nya di tempat kerjanya.

Rumah mereka hanya berfungsi sebagai tempat istirahat saja. Saat di rumah yang seharusnya menjadi quality time, tidak dilakukannya, bahkan untuk makanpun lebih sering mereka lakukan di luar rumah. Setiap pulang kerja, sampai rumah mandi, dan masuk kamar tidur, kalaupun belum tidur mereka akan lebih sibuk dengan laptop untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum  selesai.

Mrs. Enny sebenarnya seorang ibu yang baik, meskipun sebenarnya kemampuan fisiknya sudah menurun, namun dia masih terlihat mengerjakan pekerjaan rumah, memasak, mencuci, dan membersihkan rumah. Pekerjaan itu dilakukannya sendiri tanpa ada asisten rumah tangga yang membantunya, karena memang Nico bukan type orang yang mudah percaya kepada orang asing. Namun karena kekhawatiran Nico tersebut, justru mengorbankan ibunya untuk mengerjakan pekerjaan itu semua.

Suatu ketika Mrs Enny terlihat seperti kurang sehat, wajahnya yang biasanya banyak senyum, menyapa siapapun yang lewat depan rumah. Tetapi hari itu dia lebih banyak diam, seperti sedang menahan rasa sakit atau kurang nyaman.

Ternyata hal itu yang memicu timbulnya pertengkaran antara Nico dengan ibunya. Ibunya yang sedang tidak sehat, meminta Nico untuk meriksa ke dokter. Namun karena Nico merasa pekerjaannya lebih penting dari segalanya, permintaan Mrs. Enny tersebut tidak pernah disanggupi, hingga membuat ibunya jengkel dan marah.

Dan Nico yang lepas kendali karena pengaruh alkohol kemudian mengusir ibunya pergi dari rumah tersebut. Dan sekarang entah ke mana Mrs. Enny pergi, tidak ada yang mengetahuinya termasuk Nico. Meskipun Nico sempat membuat laporan orang hilang ke polisi, sampai sekarang Mrs Enny belum dapat ditemukan.

Dua tahun berselang, Nico saat pulang ke rumah dalam perjalanan mengalami kecelakaan yang membuatnya meninggal dengan cara yang mengenaskan. Kakinya hancur dengan kondisi tersadar beberapa jam sebelum malaikat maut menarik ruh-nya. Dengan ekspresi kesakitan Nico tidak bisa mengucapkan sebuah kata pun, termasuk mengucap “Laa ilaaha ilallaah”.

Mulutnya terkunci rapat, sementara darah dan serpihan daging kakinya berhamburan di dalam mobil. Orang-orang berusaha mengeluarkannya dari dalam mobil namun karena terjepit kuat, Nico masih tertahan di belakang kemudinya dengan rasa sakit yang sangat menyiksanya, sampai kemudian benar benar meninggal.

Cerita di atas bukan kisah nyata, tetapi kejadian seperti itu sangat mungkin terjadi di dalam kehidupan kita. 

Hukuman Allah bisa jadi akan dipercepat tidak menunggu datangnya kiamat, bisa terjadi saat masih hidup, atau saat di dalam gelapnya kuburan. Dan hukuman yang seperti apa, kita tidak akan pernah mengetahuinya sampai Allah menurunkannya untuk orang-orang yang durhaka kepada orang tuanya, terutama pada ibu kandung yang melahirkannya.

Pada zaman Nabi pernah terdapat kisah tentang Alqomah yang durhaka kepada ibunya. Suatu ketika Alqomah pernah menyakiti hati ibunya, dan ibunya berkata: “Saya tidak ridha dengan sikap anakku Alqomah”. Hingga kemudian saat Alqomah menderita sakit keras, dan menjelang sakaratul maut, mulutnya terkuci rapat tidak mampu untuk mengucapkan “Laa ilaaha ilallaah” meskipun para sahabah nabi sudah mendiktenya kata demi kata, tetap saja mulut Alqomah terkunci rapat dengan nafas yang tersengal-sengal.

Para sahabah kemudian memanggil Rasulullah, meminta beliau untuk melepaskan Alqomah dari Sakaratul Maut. Mengetahui kondisi Alqomah, Rasulullah meminta sahabah untuk mencari ibu kandung Alqomah dan memintakan maaf untuknya.

Setelah bertemu, ternyata ibunya masih tetap belum memaafkan karena begitu sakit hati dengan sikap perilaku Alqomah yang keterlaluan, telah melupakan ibunya, dan menomor duakan ibunya dibanding istri Alqomah.

Dengan berbagai cara para sahabah mencoba untuk meluluhkan hati ibunya untuk memberikan maaf, supaya Alqomah dapat segera meninggal, namun tetap saja ibunya belum bisa memberikan maaf.

Akhirnya Rasulullah meminta dicarikan kayu untuk membakar Alqomah, untuk melemahkan hati ibu Alqomah. Dan ternyata cara tersebut membuahkan hasil, ibu Alqomah bersedia datang dan memberikan maaf kepada anaknya yang sedang sakaratul maut. Dan Alqomah akhirnya dapat mengucapkan kalimat “Laa ilaaha ilallaah” sebelum meninggal.

Kisah-kisah seperti itu dapat kita jadikan contoh dan inspirasi dalam kehidupan islami, untuk membentuk karakter dan attitude yang baik sesuai ajaran islam. Sebagai anak yang baik, kita harus menghormati orang tua, terutama ibu yang melahirkan kita. Jangan sampai menyakiti hatinya, jangan kita membentaknya, apalagi sampai mengusir.

Ingatlah bahwa: “Innallaha ala kulli syai’in qadir”, Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Bukan sesuatu yang sulit jika Allah sudah berkehendak untuk merealisasikan.

Wasalamu’alaikum


Mehter Ottoman Musik Perang Islam Yang Menghancurkan Mental Musuh

Awal Mula Terbentuknya Musik Militer  Mehter Ottoman

Abad ke-13, Kekaisaran Turki Utsmani terbentuk, Sultan Seljuk Alaeddin III menghadiahkan sebuah band kepada Osman Ghazi. Band tersebut yang kemudian dikenal dengan sebutan mehteran, yang anggotanya adalah para Janissary atau pasukan khusus Turki Utsmani.

Musik mehter ini adalah musik militer tertua di dunia, dan musik ini kemudian menjadi pelopor  musik militer di negara lain di seluruh dunia. Bahkan musik mehteran ini menjadi sumber inspirasi bagi para musikus klasik terkenal seperti: Mozart, Joseph Haydn, dan Beethoven. Mehter terkenal juga dengan musik perang islam, musik perang islam ini yang telah terbukti menjadi pembakar semangat tempur pasukan Janissary saat perang melawan musuh musuh-musuh Turki Utsmani. Sehingga tidak berlebihan jika Janissary ini disebut sebagai pasukan perang paling ditakuti di dunia, karena setiap pertempuran yang dilakukannya selalu dimenangkannya.

Siapakah Janissary?

Janissary adalah pasukan elit yang dibentuk saat Kesultanan Utsmaniyah II, yaitu saat kepemimpinan Sultan Orkhan bin Utsman. Anggotanya adalah unit infanteri dari para mujahid dan komandan perang Romawi yang menjadi mualaf masuk Islam. Pasukan Janissary ini harus siap siaga setiap saat baik dalam masa perang maupun masa damai. Selain itu, Janissary memiliki tugas dalam pengawalan Sultan.

Ada sesuatu yang unik dari perekrutan para Janissary ini, selain direkrut dari para komandan Romawi mualaf, Janissary juga memiliki anggota dari para budak mualaf dari kaum Syiah Alawiyah. Dengan pelatihan yang keras dan disiplin tinggi, jiwa korsa mereka terbentuk dengan sangat kuat.

Pada tahun 1680-an jumlah Janissary kurang lebih 54 ribu pasukan, tidak heran jika setiap pertempuran dapat diselesaikan dengan kemenangan. Hal inilah yang menjadi hantu menakutkan bagi pasukan perang musuh.

Pertempuran-pertempuran besar yang telah diselesaikan dengan kemenangan antara lain: penaklukan Dinasti  Mamluk, Perang Turki melawan Hungaria, Perang Turki melawan Austria, dan Penaklukan Konstantinopel yang luar biasa dramantis.

Akhir Masa Kejayaan Janissary

Seperti sebuah kehidupan, kejayaan ada masanya surut. Kemenangan demi kemenangan telah membuat pasukan Janissary terbuai oleh kebanggaan yang membius. Kedisiplinan berlatih untuk mempertahankan kekuatan telah luntur. 
Alasan keluarga, ekonomi, dan bisnis membuat mereka kehilangan fokus dalam tugas utama mereka, hingga kemudian kekuatan mereka benar-benar melemah. Dari kelompok pecundang lemah yang diangkat derajatnya oleh Sultan, dilatih, diberi kehidupan layak, dan diberi tanggung jawab besar hingga menjadi kelompok yang sangat dibanggakan, ternyata telah menjadi bius bagi mereka yang pelan tapi pasti melemahkan otot-otot tempur mereka, hingga menua seperti seorang tua renta yang menunggu kematian. Hingga akhirnya Sultan membubarkan Janissary yang telah menjadi legenda Turki, dan akhirnya mereka benar-benar telah mati selamanya.

Mehter Utsmani, musik perang islam adalah ruh para Janissary
Ibarat seseorang yang mati, jasadnya membusuk namun ruh nya masih tetap hidup hingga akhir zaman.

SIAPA SANGKA MASJID INI LEBIH TUA DARI MASJID DEMAK


Masjid Saka Tunggal di Banyumas dan Masjid Agung Demak peninggalan Walisongo dan Sunan Kalijaga, selama ini kedua masjid tersebut dipercaya sebagai masjid tertua di Jawa Tengah.

Masjid Saka Tunggal dibangun pada tahun 1288 adalah peninggalan Kyai Mustolih. Sesuai dengan namanya masjid tertua ini memiliki 1 tiang utama atau saka tunggal. Berbeda dengan Masjid Demak dan masjid tertua lainnya, yang memakai 4 tiang utama.

Namun, dalam segmen ini Islam Historia akan mengungkap sebuah masjid tertua di Kota Semarang, yang  diyakini dibangun beberapa tahun sebelum Masjid Demak.

Mall Paragon adalah mall terbesar dan termegah di Kota Semarang, terletak di Jalan Pemuda, mall ini tampak megah berdiri di tengah pusat Kota Semarang. Terdapat gang sempit yang sering dipakai untuk lahan parkir sepeda motor para pengunjung Mall Paragon, gang tersebut adalah Jalan Sekayu.

Sesuai dengan namanya, gang tersebut adalah salah satu akses menuju Kampung Sekayu dari arah Jalan Pemuda. Kampung yang padat penduduk ini, tidak tampak lagi sebagai kampung kuno. Padahal kampung ini telah ada sejak zaman VOC.

Ada sebuah masjid di tengah Kampung Sekayu yang bernama Masjid Taqwa Sekayu. Menurut sejarahnya, daerah tersebut pada tahun 1400 an adalah tempat menampung kayu jati yang berasal dari Batang, Wonogiri, Purwodadi, dan sekitarnya sebelum kayu kayu tersebut dikirim ke berbagai daerah melalui pelabuhan Semarang, sehingga daerah tersebut dinamakan Pekayuan.

Begitu pula dengan Masjid Taqwa Sekayu yang pernah menjadi Masjid Besar Semarang ini, dahulu bernama Masjid Pekayuan. Masjid ini didirikan oleh Kyai Kamal, seorang ulama penyebar agama Islam di Indonesia murid dari Sunan Gunungjati yang berasal dari Cirebon. Saat itu Kyai Kamal sedang mengemban tugas dari Sunan Gunungjati untuk membantu syiar Islam di daerah tersebut, sekaligus membantu Walisongo dan Sunan Kalijaga mendirikan Masjid Demak.

Kyai Kamal kemudian tinggal di Pekayuan, dan untuk kegiatan ibadah dan syiar Islam pada tahun 1413 Kyai Kamal mendirikan sebuah bangunan masjid dengan tiang dari bambu, atap rumbia, dan lantai masih dari tanah. Sementara Masjid Demak baru didirikan 7 tahun setelah Masjid Sekayu ini, yaitu pada tahun 1420. 

Seperti pada bangunan masjid lain pada umumnya, Masjid Sekayu memiliki 4 saka atau 4 tiang utama. 4  tiang utama ini yang hingga saat ini masih dipertahankan keasliannya selain menara masjid. Sementara untuk atap, tembok, lantai, dan bangunan tambahan lainnya adalah hasil renovasi pada tahun 1955. Mustaka masjid seperti khas masjid Jawa Tengah yang memiliki mustaka atau atap tumpang tiga. 

Dalam sejarah Kota Semarang masa lampau, pernah terjadi perpindahan pusat kabupaten selama 3 kali. Dari Bubakan ke Gabahan, dari Gabahan ke Sekayu, dan dari Sekayu ke Kanjengan. Pada saat perpindahan Kabupaten dari Gabahan ke Sekayu yang terjadi pada tahun 1666, Masjid Sekayu ini menjadi Masjid Besar Kota Semarang. Namun tidak berlangsung lama, ketika terjadi pergantian trah Bupati pusat Kabupaten berpindah lagi ke Kanjengan. Saat pusat pemerintahan berpindah ke Kanjengan ini, Masjid Kauman menjadi Masjid Besar Kota Semarang.

Karena akses jalan menuju Masjid Sekayu cukup sempit, untuk menuju sampai ke lokasi masjid hanya dapat ditempuh menggunakan kendaraan bermotor melalui Jalan Sekayu. Dengan menyusuri jalan sempit sepanjang kurang lebih 500 meter akan sampai ke tempat tujuan. Terdapat papan penunjuk jalan di setiap persimpangan jalan, sehingga tidak terlalu sulit menjangkau tempat tersebut. Namun saat sampai di lokasi Masjid Sekayu, kita tidak akan menyangka bahwa masjid tersebut adalah masjid tertua di Jawa. Wujud tampak luar bangunan yang sudah melalui beberapa kali renovasi, telah menghilangkan wujud asli bangunan. 

Masjid Sekayu, masjid tertua yang terlupakan, merupakan saksi bisu perjalanan sejarah Kota Semarang. 

Rabu, 17 Februari 2021

ASH SHAKHRAH Batu Surga Pijakan Nabi Muhammad SAW Sebelum Naik Ke Langit 7

Assalamualaikum sahabat muslim,

Ada banyak sekali kisah yang menceritakan tentang perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad naik ke langit 7, salah satunya tentang keberadaan ASH SHAKHRAH sebuah batu yang dipakai pijakan Nabi Muhammad sebelum lepas landas ke langit 7 dengan Buraq-nya. 

Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW langit ke-7 Sidratul Muntaha, jika dilakukan zaman ini pastilah menjadi berita viral yang akan memenuhi medsos, youtube, status Whatsapp, dan berita televisi! Bagaimana tidak? Perjalanan Nabi ke langit ke 7  Melesat berpuluh puluh kali kecepatan suara hanya dalam waktu semalam! 

Saksi bisu perjalanan nabi tersebut sampai sekarang masih bisa ditemui di Yerusalem. Sebagai umat muslim tentunya kita harus tahu fakta dan informasinya. Apa saksi bisu tersebut? baca kisah pendek ini sampai selesai.


Kisah Isra Miraj perjalanan nabi muhammad menuju langit ke-7 pasti sudah sering kalian dengar khan? Isra Miraj merupakan peristiwa menakjubkan yang dialami Nabi Muhammad pada 27 Rajab di tahun ke-8 masa nubuah nabi. Dan peristiwa tersebut tertulis dalam Alquran Surat Al Isra. Perjalanan tersebut dilakukan nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Palestina hingga naik ke langit tujuh dalam waktu hanya semalam saja. 

Ada sebuah batu yang dijadikan pijakan nabi sebelum naik ke langit ke 7. Batu tersebut dinamakan ASH-SHAKHRAH, yang terdapat di area Baitul Maqdis atau Masjid Al Aqsa. Batu inilah yang sempat viral diberitakan sebagai batu melayang peninggalan Nabi Muhammad. Namun faktanya batu tersebut tidaklah melayang seperti dalam foto-foto yang sempat viral tersebut.

Ash-Shakhrah disebut sebagai jantungnya Al Aqsa, karena terletak di tengah area Al Aqsa. Di dalam bangunan oktagon Dome of The Rock atau Kubah Batu. Dome of The Rock ini memiliki kubah berwarna keemasan. Banyak orang salah sangka Masjid Kubah Emas ini adalah Masjid Al Aqsa. Namun faktanya Masjid Kubah Emas dan Masjid Al Aqsa adalah bangunan yang berbeda. Masjid Al Aqsa sendiri memiliki kubah berwarna biru.

Ash-Shakhrah adalah salah satu batu yang diturunkan dari surga yang menjadi pusatnya bumi, seperti yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Anas bin Malik bekata: “Sesungguhnya surga merindukan Baitul Maqdis, Shakhrah Baitul Maqdis berasal dari surga, dan ia adalah pusat bumi”. 

Nggak salah jika Ash Shkhrah ini menjadi bagian paling suci di komplek Baitul Maqdis. Di dalam Surat Qaaf ayat 41, yang artinya: "(Dan dengarkanlah) hai orang yang diajak bicara akan seruan-Ku ini (pada hari penyeru menyeru) yakni malaikat Israfil (dari tempat yang dekat) dari langit, yaitu dari atas Kubbah Shakhr di Baitul Maqdis, karena tempat itu yang paling dekat dengan langit." 

Dari batu Ash Shakhr tersebut malaikat Israfil akan meniupkan sangkakala di hari kebangkitan. Dan tulang belulang yang telah berserakan, sendi sendi yang telah  berantakan, dan daging yang telah hancur akan disatukan lagi untuk menjalani peradilan Allah di hari Kebangkitan.

Ash Shakrh bukan hanya sebuah bongkahan batu, namun memiliki nilai historis dan menjadi tempat suci bagi 3 agama, Islam, Yahudi, dan Nasrani. 

Wallahu alam bisawaab