Sabtu, 17 Juli 2021

Mehter Ottoman Musik Perang Islam Yang Menghancurkan Mental Musuh

Awal Mula Terbentuknya Musik Militer  Mehter Ottoman

Abad ke-13, Kekaisaran Turki Utsmani terbentuk, Sultan Seljuk Alaeddin III menghadiahkan sebuah band kepada Osman Ghazi. Band tersebut yang kemudian dikenal dengan sebutan mehteran, yang anggotanya adalah para Janissary atau pasukan khusus Turki Utsmani.

Musik mehter ini adalah musik militer tertua di dunia, dan musik ini kemudian menjadi pelopor  musik militer di negara lain di seluruh dunia. Bahkan musik mehteran ini menjadi sumber inspirasi bagi para musikus klasik terkenal seperti: Mozart, Joseph Haydn, dan Beethoven. Mehter terkenal juga dengan musik perang islam, musik perang islam ini yang telah terbukti menjadi pembakar semangat tempur pasukan Janissary saat perang melawan musuh musuh-musuh Turki Utsmani. Sehingga tidak berlebihan jika Janissary ini disebut sebagai pasukan perang paling ditakuti di dunia, karena setiap pertempuran yang dilakukannya selalu dimenangkannya.

Siapakah Janissary?

Janissary adalah pasukan elit yang dibentuk saat Kesultanan Utsmaniyah II, yaitu saat kepemimpinan Sultan Orkhan bin Utsman. Anggotanya adalah unit infanteri dari para mujahid dan komandan perang Romawi yang menjadi mualaf masuk Islam. Pasukan Janissary ini harus siap siaga setiap saat baik dalam masa perang maupun masa damai. Selain itu, Janissary memiliki tugas dalam pengawalan Sultan.

Ada sesuatu yang unik dari perekrutan para Janissary ini, selain direkrut dari para komandan Romawi mualaf, Janissary juga memiliki anggota dari para budak mualaf dari kaum Syiah Alawiyah. Dengan pelatihan yang keras dan disiplin tinggi, jiwa korsa mereka terbentuk dengan sangat kuat.

Pada tahun 1680-an jumlah Janissary kurang lebih 54 ribu pasukan, tidak heran jika setiap pertempuran dapat diselesaikan dengan kemenangan. Hal inilah yang menjadi hantu menakutkan bagi pasukan perang musuh.

Pertempuran-pertempuran besar yang telah diselesaikan dengan kemenangan antara lain: penaklukan Dinasti  Mamluk, Perang Turki melawan Hungaria, Perang Turki melawan Austria, dan Penaklukan Konstantinopel yang luar biasa dramantis.

Akhir Masa Kejayaan Janissary

Seperti sebuah kehidupan, kejayaan ada masanya surut. Kemenangan demi kemenangan telah membuat pasukan Janissary terbuai oleh kebanggaan yang membius. Kedisiplinan berlatih untuk mempertahankan kekuatan telah luntur. 
Alasan keluarga, ekonomi, dan bisnis membuat mereka kehilangan fokus dalam tugas utama mereka, hingga kemudian kekuatan mereka benar-benar melemah. Dari kelompok pecundang lemah yang diangkat derajatnya oleh Sultan, dilatih, diberi kehidupan layak, dan diberi tanggung jawab besar hingga menjadi kelompok yang sangat dibanggakan, ternyata telah menjadi bius bagi mereka yang pelan tapi pasti melemahkan otot-otot tempur mereka, hingga menua seperti seorang tua renta yang menunggu kematian. Hingga akhirnya Sultan membubarkan Janissary yang telah menjadi legenda Turki, dan akhirnya mereka benar-benar telah mati selamanya.

Mehter Utsmani, musik perang islam adalah ruh para Janissary
Ibarat seseorang yang mati, jasadnya membusuk namun ruh nya masih tetap hidup hingga akhir zaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar