Dianggap sebagai salah satu keajaiban teknik terbesar di dunia, reruntuhan bendungan Ma'rib menjadi saksi bisu kemurkaan Allah pada rakyat Saba.
Membentang sejauh 580 meter dan tegak berdiri setinggi 16 meter, Ma'rib menjadi bendungan terbesar di masanya yang telah mengubah gurun menjadi oasis. Menjadi sumber air bagi rakyat saba, menjadi asal kemakmuran negeri saba pada masa itu. Air yang melimpah di negeri itu, menjadikan hamparan hijau pertanian di tengah tengah padang pasir seluas batas horizon. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfiman mengabarkan tentang kemakmuran kaum Saba’
“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun, di sebelah kanan dan di sebelah kiri.” (QS. Saba’: 15)
Kebun kebun di Saba menghijau sepanjang masa di kiri kanan lembah dan gunung, diairi dari bendungan Ma'rib. Resin aromatik, kemenyan, dan mur yang dihasilkan dari kebun kebun tersebut, menjadi komoditi mahal saat itu.
Letak geografis yang sangat strategis yang dilalui jalur perdagangan antar negara. Geliat niaga di sepanjang Rute Dupa Yaman, Syam, dan Mediterania, meramaikan pelabuhan laut Saba. Komoditi langka Saba semakin mudah didapat para pedagang dari Mediterania, Mesir, dan Afrika. Kemenyan dan mur digunakan oleh orang Mesir kuno untuk pembalseman mayat. Cina memakainya sebagai obat, dan dibakar untuk wewangian kuil dan istana Kaisar.
Jauh sebelum masa itu, seorang Ratu bernama Bilqis memimpin kerajaan seba kuno. Rakyatnya yang menyembah matahari dan bintang, menjadi monoteisme menyembah Allah Ta'ala setelah Bilqis bertemu Sulaeman. Allah menganugerahkan negeri yang subur, negeri dan rakyatnya makmur berkecukupan.
Sampai kurun waktu tertentu rakyat Saba masih mentauhidkan Allah ta'ala. Namun setelah mereka serba kecukupan, semua menjadi mudah, lambat laun iman mereka mulai meluntur, banyak rakyat Seba kembali menyekutukan Allah ta'ala menyembah sesembahan nenek moyang mereka.
Telah diutus oleh Allah 13 Rasul kepada mereka. Namun mereka tetap berpegang pada sesembahan nenek moyangnya, hingga membuat Allah murka dan mencabut kenikmatan yang telah Allah berikan kepada mereka. Allah berfirman,
“Tetapi mereka berpaling, maka kami datangkan kepada mereka banjir al-‘arim.” (QS. Saba’: 16)
Bendungan Ma'rib telah dipelihara selama berabad-abad oleh generasi-generasi Saba. Kemudian diteruskan oleh raja-raja Kerajaan Himyar setelah mereka menggantikan orang-orang Saba. Tikus tikus yang besarnya melebihi kucing dikisahkan telah menggerogoti bendungan Ma'rib menjadi penyebab runtuhnya bendungan tersebut pada abad ke-6. Saba negeri makmur di selatan Jazirah Arab, berubah menjadi negeri miskin dalam sekejab. Yang menjadikan awal keruntuhkan kerajaan komersial kuno ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.” (QS. Saba’: 16-17)
Runtuhnya Bendungan Besar dan kehancuran Ma'rib adalah peristiwa penting dalam sejarah wilayah itu yang mendapat tempat dalam Alquran.
Wallohualam bissowaab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar